6 Juni 2026

Portal AKN Lumajang – Berita & Gaya Hidup Terkini

Informasi update seputar berita, lifestyle, dan inspirasi untuk masyarakat Lumajang.

Cara Menghitung Kalori Tubuh untuk Hidup Lebih Sehat

Cara Menghitung Kalori Tubuh Memahami cara menghitung kalori tubuh adalah langkah awal yang penting bagi siapa saja yang ingin menjalani gaya hidup sehat. Baik

Memahami cara menghitung kalori tubuh adalah langkah awal yang penting bagi siapa saja yang ingin menjalani gaya hidup sehat. Baik kamu ingin menurunkan berat badan, menaikkan massa otot, atau sekadar menjaga kebugaran, mengetahui kebutuhan kalori harian akan membantu mencapai tujuan tersebut dengan lebih efektif.

Apa itu Kalori dan Mengapa Penting?

Kalori adalah satuan energi yang kita dapatkan dari makanan dan minuman yang kita konsumsi. Energi ini digunakan oleh tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi, mulai dari bernapas, mencerna makanan, hingga beraktivitas fisik seperti berjalan atau berolahraga.

Jika kamu mengonsumsi kalori lebih banyak daripada yang dibakar tubuh, maka kelebihan kalori tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak, sehingga berat badan bisa naik. Sebaliknya, jika kalori yang masuk lebih sedikit daripada yang dibakar, maka tubuh akan menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi, yang berpotensi menurunkan berat badan.

Bagaimana Cara Menghitung Kalori Tubuh?

Untuk mengetahui kebutuhan kalori harian kamu, kita perlu menghitung Basal Metabolic Rate (BMR) dan Total Daily Energy Expenditure (TDEE). Mari kita bahas keduanya secara sederhana.

1. Menghitung BMR (Basal Metabolic Rate)

BMR adalah jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi dasar saat istirahat, seperti bernapas dan menjaga suhu tubuh. BMR tidak termasuk kalori yang digunakan untuk aktivitas fisik.

Salah satu rumus yang umum digunakan untuk menghitung BMR adalah rumus Mifflin-St Jeor, yang dianggap lebih akurat dibanding rumus sebelumnya. Berikut cara menghitungnya:

  • Untuk pria:
    BMR = 10 x berat badan (kg) + 6.25 x tinggi badan (cm) – 5 x usia (tahun) + 5
  • Untuk wanita:
    BMR = 10 x berat badan (kg) + 6.25 x tinggi badan (cm) – 5 x usia (tahun) – 161

Contoh: Seorang wanita berusia 30 tahun, berat 60 kg, tinggi 165 cm. Maka BMR-nya adalah:
BMR = 10 x 60 + 6.25 x 165 – 5 x 30 – 161
= 600 + 1031.25 – 150 – 161
= 1320.25 kalori per hari

2. Menghitung TDEE (Total Daily Energy Expenditure)

TDEE adalah jumlah kalori yang sebenarnya kamu butuhkan setiap hari, termasuk kalori untuk aktivitas fisik dan pencernaan makanan. Untuk mendapatkan TDEE, kamu harus mengalikan BMR dengan faktor aktivitas:

  • Sedentari (aktifitas sangat sedikit): BMR x 1.2
  • Aktivitas ringan (olahraga ringan 1–3 hari/minggu): BMR x 1.375
  • Aktivitas sedang (olahraga sedang 3–5 hari/minggu): BMR x 1.55
  • Aktivitas berat (olahraga berat 6–7 hari/minggu): BMR x 1.725
  • Sangat berat (aktivitas fisik sangat berat/pekerjaan berat): BMR x 1.9

Contoh: Wanita di atas memiliki BMR 1320.25. Jika dia berolahraga ringan 3 kali seminggu, faktor aktivitasnya 1.375.
TDEE = 1320.25 x 1.375 = 1815.34 kalori per hari. Penyakit Kelamin Pria dan Gambarnya: Kenali Gejala Agar Segera Tindakan

Jadi, untuk mempertahankan berat badan, wanita tersebut butuh sekitar 1.815 kalori per hari.

Bagaimana Menggunakan Hasil Perhitungan Kalori?

Setelah mengetahui kebutuhan kalori harian, kamu bisa menyesuaikan pola makan dan aktivitas fisik untuk mencapai tujuan kesehatanmu.

1. Ingin Menurunkan Berat Badan

Untuk menurunkan berat badan, kamu perlu menciptakan defisit kalori, yaitu mengonsumsi kalori lebih sedikit dari TDEE. Defisit sekitar 500 kalori per hari umumnya dianggap aman dan efektif untuk menurunkan berat badan sekitar 0,5 kg per minggu.

Contoh: Jika kebutuhan wanita tadi adalah 1.815 kalori, maka dia bisa mencoba makan sekitar 1.300–1.400 kalori per hari untuk mulai menurunkan berat badan.

2. Ingin Menambah Berat Badan atau Massa Otot

Untuk menambah berat badan atau massa otot, kamu perlu surplus kalori, yaitu mengonsumsi kalori lebih banyak dari TDEE. Tambahan sekitar 250–500 kalori per hari biasanya dianjurkan agar penambahan berat badan terjadi secara bertahap dan sehat.

Contoh: Dengan kebutuhan sekitar 1.815 kalori, kamu bisa mengonsumsi antara 2.000 hingga 2.300 kalori per hari jika ingin menambah berat badan.

3. Menjaga Berat Badan

Kalau tujuanmu menjaga berat badan tetap stabil, konsumsi kalori harus seimbang dengan pengeluaran energi, yaitu sekitar TDEE yang sudah dihitung.

Cara Praktis Menghitung Kalori Tubuh di Kehidupan Sehari-hari

Menghitung kalori tubuh dengan rumus memang membantu, namun terkadang terasa ribet. Berikut beberapa tips praktis untuk menghitung kalori dengan mudah:

1. Gunakan Aplikasi Penghitung Kalori

Aplikasi seperti MyFitnessPal, FatSecret, atau Yazio bisa sangat membantu. Kamu tinggal memasukkan data berat, tinggi, usia, dan aktivitas harian, lalu aplikasi akan menghitung BMR dan TDEE secara otomatis. Selain itu, aplikasi ini juga memungkinkan kamu mencatat makanan dan menghitung jumlah kalori yang masuk.

2. Catat dan Pantau Asupan Makanan

Mencatat menu harian dengan porsi dan kalori yang tepat akan memberi gambaran berapa banyak kalori yang dikonsumsi. Mulailah dengan memperhatikan label nutrisi pada kemasan makanan atau cari informasi kalori makanan umum secara online.

3. Perhatikan Porsi Makan

Seringkali, kita makan dengan porsi yang tidak kita sadari. Menggunakan timbangan makanan atau gelas ukur dapat membantu mengontrol porsi sehingga asupan kalori tetap sesuai target.

4. Perbanyak Aktivitas Fisik

Selain mengatur kalori masuk, membakar kalori dengan olahraga juga sangat penting. Olahraga seperti berjalan kaki, bersepeda, atau yoga bisa membakar kalori tambahan dan membuat proses penurunan atau pemeliharaan berat badan lebih efisien.

Kesimpulan

Cara menghitung kalori tubuh sebenarnya cukup sederhana jika kamu memahami BMR dan TDEE. Dengan mengetahui kebutuhan kalori, kamu bisa mengatur pola makan dan aktivitas fisik sesuai tujuan kesehatan, baik menurunkan, menambah, atau menjaga berat badan. Gunakan rumus yang telah dijelaskan dan manfaatkan teknologi seperti aplikasi penghitung kalori untuk memudahkan proses ini. Artikel lifestyle dan inspirasi

FAQ – Pertanyaan Seputar Cara Menghitung Kalori Tubuh

1. Apakah rumus menghitung kalori tubuh berlaku untuk semua usia?

Rumus BMR Mifflin-St Jeor bisa digunakan untuk orang dewasa dengan usia 18–65 tahun. Untuk usia di luar rentang tersebut, terutama anak-anak dan lansia, perhitungan kalori mungkin perlu disesuaikan berdasarkan kondisi kesehatan dan kebutuhan khusus.

2. Apakah olahraga setiap hari berarti saya bisa makan kalori lebih banyak?

Olahraga memang membakar kalori, tapi tidak selalu berarti kamu bisa makan sebanyak yang kamu inginkan. Penting untuk seimbang antara kalori masuk dan keluar agar tujuan kesehatan tercapai. Pastikan juga jenis olahraga dan durasi sesuai dengan kemampuan tubuh.

3. Bagaimana cara mengetahui kalori makanan yang tidak ada labelnya?

Kamu bisa mencarinya di database makanan online atau menggunakan aplikasi penghitung kalori yang menyediakan daftar lengkap makanan umum. Jika memungkinkan, menimbang makanan dengan timbangan dapur akan membantu memperkirakan jumlah kalori secara lebih akurat.

4. Apakah menghitung kalori cocok untuk semua orang?

Menghitung kalori sangat berguna bagi banyak orang yang ingin mengatur berat badan atau pola makan. Namun, bagi beberapa orang dengan gangguan makan atau kondisi medis tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum memulai menghitung kalori.

5. Bisakah kebutuhan kalori berubah seiring waktu?

Ya, kebutuhan kalori bisa berubah karena berbagai faktor seperti bertambahnya usia, perubahan berat badan, aktivitas fisik, atau kondisi kesehatan. Oleh sebab itu, penting untuk melakukan penyesuaian perhitungan kalori secara berkala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.